Tahun Terbit : 2026
Penulis : dr. Nancy Sylvia Bawiling, M.Fis, AIFO-K., Syafriani, SKM, MPH., Fuad H. Sudasman SKM, MKM., Jilly Toar S.Kep, M.Kes, CIIQA
Editor : Nancy Sylvia Bawiling
Jumlah Halaman : xiii, 173
Ukuran : 14x20 cm
SINOPSIS
Pernahkah Anda mempertanyakan mengapa beberapa isu kesehatan, seperti bahaya merokok, mendapatkan perhatian kebijakan yang masif sementara isu lain, misalnya kesehatan mental remaja, seolah terpinggirkan? Atau mengapa alokasi anggaran untuk program pencegahan penyakit seringkali jauh lebih kecil dibandingkan untuk pengobatan kuratif? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini tidak terletak pada aspek medis semata, melainkan pada arena pertarungan ide, kepentingan, dan kekuasaan yang disebut advokasi. Advokasi kesehatan adalah jantung dari upaya kesehatan masyarakat yang dinamis dan berorientasi pada perubahan sistemik.
Advokasi bukan sekadar penyuluhan atau kampanye biasa. Ia adalah sebuah proses strategis dan terorganisir yang bertujuan untuk memengaruhi para pengambil keputusan dan alokasi sumber daya demi tercapainya suatu tujuan kebijakan yang berpihak pada kesehatan publik (Hearne & Jernigan, 2024). Upaya ini menuntut lebih dari sekadar data epidemiologi yang kuat, tetapi juga memerlukan kemampuan komunikasi persuasif, pemahaman politik, serta kelihaian dalam membangun koalisi. Tanpa advokasi yang efektif, bukti-bukti ilmiah terbaik sekalipun hanya akan tersimpan di perpustakaan, tanpa pernah menjelma menjadi aksi nyata yang melindungi dan meningkatkan kesehatan jutaan orang.